28 Mei 2025 – Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menorehkan sejarah baru dengan bertambahnya dua guru besar dalam bidang keilmuan syariah (hukum Islam). Prof. Dr. KH. Asmawi, M.Ag. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Filsafat Hukum Islam, dan Prof. Dr. Kutbuddin Aibak, S.Ag., M.H.I. dalam bidang Ilmu Fikih Kontemporer. Keduanya resmi dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat UIN SATU Tulungagung yang berlangsung pada Rabu, 28 Mei 2025, pukul 09.00 WIB di Auditorium Lantai 6 Gedung Arief Mustaqim.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan suasana, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh KH. Mahfudz Alwi. Suasana sakral semakin terasa saat pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Guru Besar dibacakan secara resmi di hadapan para tamu undangan, civitas akademika, dan tokoh-tokoh penting dari berbagai institusi. Selanjutnya, hadirin disuguhkan video profil dari masing-masing guru besar yang menampilkan jejak intelektual, kontribusi keilmuan, serta dedikasi mereka dalam mengembangkan kajian Islam yang relevan dan kontekstual.
Puncak acara ditandai dengan penyampaian orasi ilmiah oleh masing-masing guru besar. Prof. Dr. KH. Asmawi, M.Ag. dalam orasinya mengangkat tema “Fiqih Siber dan Tantangan Artificial Intelligence: Upaya Mengembangkan Maqashid Syariah Transformatif”. Dalam pemaparannya, beliau mengajak dunia akademik dan keagamaan untuk merespons perkembangan teknologi digital secara progresif, dengan pendekatan maqashid syariah yang lebih terbuka dan transformatif. Sementara itu, Prof. Dr. Kutbuddin Aibak, S.Ag., M.H.I. menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Fikih Pemberdayaan: Perspektif Yuridis Holistik terhadap Dimensi Vertikal-Horizontal dalam Kehidupan Beragama dan Bermasyarakat”. Beliau menekankan pentingnya fikih yang tidak hanya normatif, tetapi juga membumi dan memberdayakan masyarakat secara struktural dan spiritual.
Pengukuhan kedua guru besar dilakukan secara langsung oleh Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. Abd. Aziz, dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag. Keduanya menyampaikan sambutan hangat dan apresiasi atas kontribusi intelektual yang diberikan oleh para guru besar baru dalam memperkuat posisi UIN SATU Tulungagung sebagai pusat keunggulan akademik Islam di tingkat nasional dan internasional. Acara kemudian ditutup dengan penyampaian ucapan selamat dan penghormatan dari para hadirin, termasuk jajaran pimpinan universitas, kolega akademisi, serta para undangan dari berbagai kalangan. Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas keilmuan dan akademik Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, sekaligus menegaskan komitmen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam mencetak ulama-intelektual yang relevan dengan kebutuhan zaman dan mampu menjawab tantangan global. IZZ
