Jalin Sinergi Akademik: Benchmarking Kurikulum Institut Teknologi  Al Mahrusiyah (ITAMA) Kediri ke Program Studi Hukum Bisnis Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Kontributor:

Jumat pagi, 19 Desember 2025, tepat pukul 09.30 WIB, di Lantai 1 Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung  menerima tamu  delegasi dari Institut  Teknologi  Al Mahrusiyah (ITAMA) Kediri  untuk melakukan kunjungan benchmarking strategis ke Program Studi Hukum Bisnis.

Pertemuan ini berlangsung  di Ruang Dekan FASIH. Para pimpinan  menyambut para tamu dari Kediri. Acara kemudian dibuka dengan sambutan hangat dari jajaran dekanat yang menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi berbasis pesantren dan nilai-nilai Islam dalam menghadapi tantangan hukum bisnis global.

Fokus utama diskusi ini adalah pembedahan mendalam mengenai Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Struktur Kurikulum Program Studi Hukum Bisnis. Beberapa poin penting yang menjadi sorotan kesuksesan meliputi:

Pertama, Integrasi Keilmuan, yaitu  bagaimana menyelaraskan hukum positif dengan prinsip syariah dalam kurikulum hukum bisnis yang adaptif terhadap era digital.

Kedua, Standardisasi MBKM. Diskusi mengenai implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis di industri hukum.

Ketiga, RPS Berbasis Luaran. Penjelasan mengenai penyusunan RPS yang berorientasi pada profil lulusan sebagai praktisi hukum bisnis yang kompeten dan berintegritas.

The current image has no alternative text. The file name is: WhatsApp-Image-2025-12-19-at-12.25.29.jpeg

Suasana diskusi berjalan sangat dinamis. Delegasi Institut Teknologi Al Mahrusiyah (ITAMA)  memberikan apresiasi tinggi terhadap tata kelola kurikulum di FASIH UIN Tulungagung yang dinilai sudah sistematis dan tetap fleksibel terhadap perubahan regulasi bisnis di Indonesia.

“Benchmarking ini bukan sekadar studi banding, melainkan upaya bersama untuk memastikan bahwa kurikulum yang kita tawarkan kepada mahasiswa benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar kerja tanpa meninggalkan akar nilai pesantren,” ujar salah satu peserta diskusi.

Kegiatan diakhiri pada menjelang siang hari dengan hasil yang memuaskan. Kedua belah pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi dalam pengembangan materi ajar dan riset kolaboratif. Sesi foto bersama  di Ruang Dekan menjadi simbol keberhasilan pertemuan ini sebuah langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi hukum di Jawa Timur.

Skip to content