Tulungagung – Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Academic Writing Bagi Dosen pada tanggal 13–14 Juli 2026 di Meeting Room Lantai 1 Gedung Saifudin Zuhri. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-58 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ini mengusung tema “Beyond Writing: Membangun Integritas Ilmiah, Kebijaksanaan Intelektual, Visibilitas Global dan Kontribusi Berkelanjutan”.

Acara dibuka secara resmi oleh MC Nuril Farida Mar’atus, M.H.I. yang memandu jalannya pembukaan dengan penuh khidmat. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN SATU sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap almamater. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Prof. Dr. Ahmad Muhtadi Anshor, M.Ag., menyampaikan bahwa kemampuan menulis akademik merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki dosen di era perguruan tinggi modern. Menurutnya, publikasi ilmiah tidak hanya menjadi indikator kinerja akademik, tetapi juga sarana kontribusi keilmuan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, kegiatan Academic Writing diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset, publikasi, dan reputasi akademik dosen FASIH baik pada tingkat nasional maupun internasional. Suasana pembukaan semakin khusyuk dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Dr. KH. Munir, memohon kelancaran kegiatan serta keberkahan bagi seluruh peserta dan civitas akademika Fasih UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Memasuki sesi inti, kegiatan menghadirkan Dr. Lukman Santoso, M.H., Editor in Chief Jurnal Justicia Islamica, sebagai narasumber utama. Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi strategis yang berkaitan dengan penguatan kapasitas akademik dosen, mulai dari kebijakan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam penelitian dan publikasi ilmiah, perancangan novelty dan research gap, strategi penelusuran literatur berkualitas, hingga teknik menulis manuskrip yang berdaya saing untuk jurnal bereputasi. Pada hari kedua, pembahasan dilanjutkan dengan etika publikasi ilmiah, strategi publikasi pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi, peningkatan dampak dan visibilitas publikasi, serta pendampingan pengembangan jurnal FASIH menuju jurnal bereputasi internasional.

Diskusi akademik berlangsung dinamis yang dipandu oleh Muhammad Ngizzul Muttaqin, S.H., M.H. sebagai moderator. Berbagai pertanyaan dan pengalaman peserta terkait tantangan publikasi ilmiah, pemanfaatan AI secara etis, hingga strategi menembus jurnal bereputasi menjadi bagian penting dalam forum tersebut. Interaksi aktif antara narasumber dan peserta menunjukkan tingginya antusiasme dosen FASIH dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah. Pada sesi penutupan, Wakil Dekan I FASIH, Prof. Dr. Iffatin Nur, memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta. Beliau menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang produktif, berintegritas, dan berorientasi pada kualitas. Selain itu, dosen didorong untuk terus meningkatkan kapasitas riset dan publikasi sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan reputasi institusi. Diharapkan kegiatan ini mampu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dosen sekaligus memperkuat posisi FASIH sebagai pusat pengembangan keilmuan syariah dan hukum yang responsif terhadap perkembangan zaman.
