Laboratorium Falak FASIH UIN SATU dan LFNU Tulungagung Lakukan Pengukuran Arah Kiblat Pembangunan Mushola di Moyoketen Boyolangu Tulungagung

Kontributor:

8 Juli 2025 – Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Laboratorium Falak Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung melaksanakan kegiatan pengukuran arah kiblat untuk pembangunan Mushola yang berlokasi di RT 002, RW 002, Dusun Moyoketen, Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini merupakan bentuk layanan keagamaan berbasis keilmuan falak yang akurat dan terstandar, khususnya dalam menentukan arah kiblat bangunan ibadah umat Islam. Wakif dari pembangunan mushola tersebut adalah H. Hanafi, yang menginisiasi pengukuran arah kiblat sebagai bagian dari tahap awal pembangunan rumah ibadah yang sahih dan benar.

Pengukuran dipimpin langsung oleh Dr. Ahmad Musonnif, M.HI., selaku Kepala Laboratorium Falak FASIH UIN SATU Tulungagung, bersama Muhammad Ngizzul Muttaqin, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Ketua LFNU Kabupaten Tulungagung. Dalam proses teknis pengukuran, turut bertugas Asrovin Fuad Ahsan, S.HI., selaku pranata laboratorium falak, serta Nuril Farida Maratus, M.H., dosen ilmu falak FASIH UIN SATU. Menambah khidmat kegiatan ini, pengukuran arah kiblat juga disaksikan secara langsung oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tulungagung, Dr. KH. Bagus Ahmadi, M.Pd.I., serta aparat dan perangkat Desa Moyoketen. Kehadiran beliau menunjukkan dukungan penuh terhadap pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pembangunan sarana ibadah.

Dr. Ahmad Musonnif menjelaskan bahwa proses pengukuran arah kiblat dilakukan dengan metode astronomi modern yang mengacu pada data posisi matahari dan koordinat geografis lokasi, sehingga hasil pengukuran memiliki akurasi tinggi. “Kiblat adalah arah ibadah umat Islam, maka keakuratannya harus benar-benar diperhatikan. Laboratorium Falak FASIH berkomitmen untuk terus memberikan layanan ini kepada masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Muhammad Ngizzul Muttaqin menegaskan bahwa sinergi antara LFNU dan perguruan tinggi seperti UIN SATU merupakan langkah strategis dalam mendekatkan ilmu falak kepada umat. “Ini bukan sekadar kegiatan pengukuran arah kiblat, tetapi juga bagian dari dakwah ilmiah yang menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan ilmu dan teknologi,” ungkapnya.

Ketua PCNU Tulungagung, Dr. KH. Bagus Ahmadi, menyampaikan apresiasi dan harapannya agar kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan. “Ini adalah bagian dari pelayanan NU untuk umat, dan bentuk integrasi antara keilmuan pesantren, akademisi, dan masyarakat. Kami bangga dan bersyukur atas kerja sama yang baik ini,” tegasnya. Kegiatan pengukuran arah kiblat ini berjalan dengan lancar dan khidmat. Hasil pengukuran selanjutnya akan menjadi acuan dalam proses pembangunan mushola agar sesuai dengan tuntunan syariat dan dapat menjadi tempat ibadah yang representatif bagi warga sekitar.IZZ

Skip to content