Tulungagung — Laboratorium Falak Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung melaksanakan Pelatihan Pengukuran Arah Kiblat bagi para santri Pondok Modern Darul Hikmah, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti secara aktif oleh para peserta santri kelas VI KMI. Pelatihan bertema Pengukuran Arah Kiblat tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan santri dalam menentukan arah kiblat secara akurat sebagai bagian penting dari pelaksanaan ibadah salat. Kegiatan ini juga menjadi wujud pengabdian akademik FASIH UIN SATU Tulungagung dalam penguatan literasi keislaman berbasis keilmuan falak.
Secara teknis, pelatihan dibagi ke dalam dua sesi utama, yakni sesi teori dan sesi praktik. Pada sesi teori, Dr. Ahmad Musonnif, M.H.I. sebagai dosen senior Ilmu Falak Fasih menyampaikan materi mengenai urgensi ketepatan arah kiblat sebagai salah satu syarat sah salat. Ia juga menguraikan prinsip-prinsip dasar ilmu falak yang menjadi landasan dalam pengukuran arah kiblat, baik secara konseptual maupun aplikatif. Menurutnya, pemahaman ilmu falak tidak hanya penting bagi kalangan akademisi, tetapi juga relevan untuk santri dan masyarakat luas agar pelaksanaan ibadah dapat dilakukan dengan lebih yakin dan sesuai tuntunan syariat.

Sesi berikutnya diisi oleh Muhammad Ngizzul Muttaqin, M.H., yang memandu peserta dalam memahami teknik-teknik praktis pengukuran arah kiblat. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada penggunaan berbagai alat, baik alat tradisional maupun alat modern, yang lazim digunakan dalam penentuan arah kiblat. Untuk memastikan efektivitas pembelajaran, praktik lapangan dilakukan secara langsung di lingkungan pondok pesantren. Nuril Farida Maratus, M.H. turut memberikan pendampingan intensif kepada para santri selama praktik berlangsung, sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah pengukuran secara tepat dan sistematis. Melalui pelatihan ini, diharapkan para santri Pondok Modern Darul Hikmah memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam pengukuran arah kiblat, serta mampu mengaplikasikannya secara mandiri di lingkungan pesantren maupun masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam pengembangan keilmuan Islam yang aplikatif dan kontekstual.
