Tulungagung, 15 Oktober 2025- Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggandeng Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Sayiid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan kegiatan pelatihan tentang perawatan jenazah. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Gd. Rektorat Lt. 3 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kegiatan ini dimulai pukul 10.00 WIB yang dihadiri oleh seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung . Kegiatan ini resmi dibuka oleh ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung , Ny. Suci Abd. Aziz.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari unsur dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Muhammad Mufti al Anam, M.H.I. Dalam kegiatan ini, perawatan jenazah seperti cara memandikan, mengkafani hingga penguburan diulas tuntas dengan disertai praktek dengan media alat peraga. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat semakin memperkokoh peran Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam mengedukasi masyarakat tentang fikih-fikih yang bersifat praktis di mana hal ini telah menjadi kebutuhan riil masyarakat.
Dalam sambutannya, Ny. Suci Abd. Aziz menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Dharma Wanita Persatuan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam mendukung peningkatan kapasitas spiritual dan pengetahuan keagamaan anggotanya. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya relevan bagi para anggota DWP, tetapi juga penting bagi setiap muslim sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan religius dalam menghadapi kematian. “Perawatan jenazah adalah ilmu yang wajib dipahami karena setiap manusia pasti akan berhadapan dengan kematian. Dengan pelatihan ini, kita berharap para peserta mampu melaksanakan perawatan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” ujarnya. Kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antaranggota DWP, mempererat ukhuwah, serta memperkaya pengalaman keagamaan melalui pembelajaran langsung dari para akademisi Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.
Sementara itu, narasumber Muhammad Mufti al Anam, M.H.I., dalam pemaparannya menekankan pentingnya memahami tata cara perawatan jenazah tidak hanya sebagai ritual ibadah, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terakhir terhadap sesama muslim. Ia menegaskan bahwa fikih jenazah merupakan bagian penting dari fikih ibadah yang perlu diajarkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Dalam sesi praktik, peserta diajak langsung mencoba proses memandikan dan mengkafani jenazah menggunakan alat peraga yang disediakan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum berharap dapat terus bersinergi dengan berbagai lembaga, termasuk DWP, untuk membumikan nilai-nilai fikih yang aplikatif di tengah masyarakat serta memperkuat peran kampus dalam pendidikan keagamaan yang transformatif dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
