PUSFINUS FASIH UIN SATU TULUNGAGUNG GELAR PELATIHAN PERAWATAN JENAZAH DI PONDOK PESANTREN MAMBAUL MA’ARIF

Kontributor:

18 Maret 2025 – Pusat Studi Fikih Nusantara (Pusfinus) Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan pelatihan perawatan jenazah di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Tunggulsari, Kedungwaru, Tulungagung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada santri dalam mengurus jenazah sesuai dengan syariat Islam. Pelatihan ini menghadirkan tim pemateri dari Pusfinus, yakni Moh. Ali Shomad, M.Pd.I., Arifah Millati Agustina, M.HI., dan Siti Khoirotul Ula, M.HI. Selain itu, turut hadir Direktur Pusfinus, Muhammad Mufti Al Anam, M.HI., serta pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Dr. KH. Husnul Haq, MA., yang memberikan sambutan dan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Dr. KH. Husnul Haq, MA., menyampaikan pentingnya pemahaman mendalam tentang perawatan jenazah di kalangan santri. “Perawatan jenazah adalah salah satu kewajiban umat Islam. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap santri dapat memiliki keterampilan yang baik dalam mengurus jenazah dengan benar sesuai tuntunan syariat,” ujarnya. Direktur Pusfinus, Muhammad Mufti Al Anam, M.HI., menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari misi Pusfinus dalam mengedukasi masyarakat tentang fikih praktis. “Kami ingin memastikan bahwa tradisi dan praktik perawatan jenazah tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai Islam yang benar. Santri yang mendapatkan pelatihan ini diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan di tengah masyarakat,” katanya.

Sesi pelatihan mencakup berbagai aspek perawatan jenazah, mulai dari tata cara memandikan, mengkafani, hingga proses shalat dan pemakaman. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik langsung dengan bimbingan tim pemateri, sehingga mereka dapat memahami setiap tahap dengan lebih baik. Moh. Ali Shomad, M.Pd.I., sebagai salah satu pemateri menjelaskan pentingnya ketelitian dalam merawat jenazah. “Setiap tahapan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kesucian. Oleh karena itu, kami memberikan bimbingan secara detail agar para peserta memahami dan mampu melaksanakannya dengan baik,” terangnya. “Mengurus jenazah bukan sekadar tugas, tetapi juga bentuk ibadah dan kepedulian terhadap sesama umat Islam. Dengan mengikuti pelatihan ini, santri diharapkan dapat menjalankan perannya dalam masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah satu santri yang mengikuti pelatihan, mengaku mendapatkan wawasan baru. “Saya sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Ilmu yang didapat sangat bermanfaat, dan saya merasa lebih percaya diri untuk mengurus jenazah di lingkungan saya nanti”. Pelatihan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan mengklarifikasi hal-hal yang masih belum dipahami. Dengan suksesnya kegiatan ini, Pusfinus berencana untuk terus mengadakan pelatihan serupa di berbagai pesantren dan komunitas Islam lainnya. IZZ

Skip to content