Tulungagung – Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HMPS HES) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Lomba Debat pada Rabu – Kamis , 23 – 24 September 2026, bertempat di Ruang Multimedia Gedung KH. Syaifudin Zuhri Lantai 3. Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Mahasiswa Dalam Pengembangan Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia” ini diikuti oleh mahasiswa UIN SATU Tulungagung semester 1,3 dan 5. Lomba Debat diikuti oleh 9 tim.

Kompetisi ini menjadi salah satu rangkaian utama Muamalah Fair 2026 yang bertujuan mengasah kemampuan peserta dalam menyampaikan argumentasi secara logis, kritis, dan terstruktur. Pada Day 1, peserta mengikuti babak Penyisihan 1 dan babak Penyisihan 2 dengan memperdebatkan sejumlah mosi yang telah ditentukan oleh panitia. Setiap tim diberikan kesempatan untuk menyampaikan argumentasi, memberikan sanggahan, serta mempertahankan pendapat berdasarkan data dan penalaran yang relevan.
Setelah melalui rangkaian pertandingan pada hari pertama, peserta yang berhasil memenuhi ketentuan penilaian melanjutkan kompetisi pada Day 2. Babak kedua menjadi tahapan lanjutan untuk menentukan peserta yang berhak melaju ke babak Semifinal dan babak Final.

Selama pelaksanaan lomba, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi serta kemampuan dalam menyampaikan gagasan dan mempertahankan argumentasi di hadapan dewan juri. Setiap tim berupaya menyusun dan menyampaikan argumen secara logis, kritis, sistematis, serta relevan dengan isu hukum ekonomi syariah yang diberikan. Para peserta juga dituntut untuk mampu memahami mosi, mengolah informasi, serta memberikan tanggapan yang tepat terhadap argumentasi dari tim lawan. Dinamika perdebatan berlangsung secara aktif melalui penyampaian pendapat, sanggahan, maupun tanggapan antartim. Kondisi tersebut menciptakan suasana kompetisi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif dan mendorong peserta untuk saling bertukar wawasan serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama tim.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri berdasarkan sejumlah aspek, seperti isi, penyampaian, dan struktor alokasi. Dalam setiap pertandingan, peserta dituntut tidak hanya mampu berbicara, tetapi juga memahami isu yang diperdebatkan dan memberikan tanggapan secara tepat. Pelaksanaan lomba debat selama dua hari tersebut menjadi pengalaman bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, serta keberanian menyampaikan pendapat di hadapan publik.
Pengumuman dan penyerahan penghargaan dilaksanakan pada acara penutupan Muamalah Fair 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang telah mengikuti perlombaan. Melalui Lomba Debat Muamalah Fair 2026, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.
